Saham DSSA Anjlok dan Jadi Top Loser April 2026
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk kembali menjadi perhatian pasar karena saham DSSA anjlok sepanjang April 2026. Emiten Grup Sinar Mas tersebut tercatat turun hingga 38,83 persen dan masuk daftar top loser di Bursa Efek Indonesia. Penurunan tajam ini membuat investor semakin aktif memantau arah pergerakan saham DSSA di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.
Pada sesi I perdagangan Senin 11 Mei 2026, DSSA kembali melemah 8,02 persen ke level Rp1.205 per saham. Selain itu, aktivitas perdagangan saham ini juga meningkat signifikan dengan volume mencapai 136,8 juta saham. Nilai transaksi DSSA bahkan menyentuh Rp167,62 miliar sehingga menjadi salah satu saham teraktif pada hari tersebut.
Tekanan MSCI Bikin Saham DSSA Anjlok
Tekanan terhadap saham DSSA semakin besar setelah pengumuman MSCI pada 20 April 2026. Saat itu, DSSA dikategorikan sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Meskipun masih tercatat dalam MSCI Global Standard Index, pasar mulai mengkhawatirkan potensi penghapusan saham tersebut dari indeks global.
Selain itu, MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil evaluasi indeks terbaru pada 12 Mei 2026. Sentimen tersebut memicu tekanan jual yang semakin kuat dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, sejak 21 April hingga 8 Mei 2026, DSSA hampir selalu berada di zona merah dan hanya sekali ditutup menguat pada 7 Mei lalu.
Investor Mulai Serok Saat Saham DSSA Anjlok
Di tengah tekanan jual, sebagian investor justru mulai memanfaatkan koreksi harga DSSA untuk melakukan akumulasi. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, saham ini mencatat net buy sebesar Rp65,8 miliar pada jeda siang perdagangan. Angka tersebut menjadi salah satu nilai beli bersih tertinggi dibanding saham lain di pasar.
Sementara itu, strategi buy on weakness mulai terlihat di kalangan pelaku pasar jangka panjang. Mereka menilai harga DSSA mulai menarik setelah mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat. Namun demikian, investor tetap perlu berhati-hati karena tren bearish masih mendominasi pergerakan saham ini.
Stock Split DSSA Belum Pulihkan Sentimen
Pada 9 April 2026, DSSA melakukan aksi korporasi berupa stock split dengan rasio 1:25. Setelah penyesuaian harga, saham ini dibuka di level Rp2.640 per saham. Akan tetapi, tekanan pasar membuat harga DSSA terus bergerak turun hingga ditutup pada level Rp1.615 di akhir April.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stock split belum mampu mengangkat sentimen positif investor. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, DSSA tercatat merosot hingga 61,25 persen. Oleh sebab itu, pelaku pasar perlu memahami bahwa aksi korporasi tidak selalu langsung memberikan dampak positif terhadap harga saham.
Saham DSSA Anjlok Saat IHSG Masih Volatil
IHSG pada April 2026 turun sebesar 1,30 persen dan berakhir di level 6.959. Selain DSSA, saham DATA dan FILM juga masuk dalam daftar top loser bulanan. Hal ini menandakan bahwa tekanan pasar terjadi di berbagai sektor dan bukan hanya pada satu emiten saja.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas masih merekomendasikan sell untuk DSSA karena tren penurunan belum berakhir. Broker tersebut menilai saham ini berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di level 1.170. Karena itu, investor disarankan menerapkan diversifikasi portofolio dan manajemen risiko agar lebih siap menghadapi volatilitas pasar saham.
👁 1862 kali
👁 1120 kali
👁 1121 kali
👁 1731 kali
👁 1270 kali
👁 1661 kali
👁 2160 kali
👁 1589 kali
👁️ Dilihat 7 kali








