Rupiah Melemah ke Rp 17.349, Sentimen The Fed Tekan Pasar

Geopolitik dan Harga Minyak Perlemah Rupiah

Rupiah Melemah ke Rp 17.349 di Tengah Tekanan Pasar

Rupiah melemah ke Rp 17.349 per dolar AS pada Kamis pagi, turun dari posisi sebelumnya di Rp 17.326. Kondisi ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat di pasar keuangan global. Selain itu, pelaku pasar mulai bersikap lebih berhati-hati menjelang keputusan penting bank sentral Amerika Serikat. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat sehingga nilai tukar rupiah kembali tertekan.

Sentimen The Fed Dorong Pelemahan Rupiah

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin kuat setelah muncul sinyal kebijakan dari Federal Reserve. Menjelang rapat Federal Open Market Committee, investor melakukan penyesuaian strategi investasi. Di sisi lain, sikap hawkish bank sentral AS memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Oleh karena itu, arus modal cenderung keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sentimen The Fed Dorong Pelemahan Rupiah

Imbal Hasil Global Naik, Kurs Rupiah Tertekan

Kenaikan imbal hasil US Treasury turut memberikan tekanan tambahan pada rupiah. Pada saat yang sama, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) domestik ikut meningkat. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya risiko global sekaligus kekhawatiran inflasi. Dengan demikian, investor global lebih memilih aset aman di negara maju dibandingkan instrumen di pasar berkembang.

Geopolitik dan Harga Minyak Perlemah Rupiah

Faktor eksternal lain juga berasal dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia yang signifikan. Selain itu, kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi global. Dampaknya, neraca transaksi berjalan Indonesia dapat tertekan dan memperlemah fundamental rupiah.

Geopolitik dan Harga Minyak Perlemah Rupiah

Prospek Rupiah Melemah dan Strategi Bank Indonesia

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 17.275 hingga Rp 17.400 per dolar AS. Namun demikian, Bank Indonesia terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar. Selain itu, komunikasi kebijakan yang konsisten membantu menjaga kepercayaan investor. Dengan langkah tersebut, volatilitas rupiah diharapkan tetap terkendali meskipun tekanan global belum mereda.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1047 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1191 kali

-5%
Original price was: Rp200.000.Current price is: Rp190.000.

👁 1353 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1284 kali

👁️ Dilihat 10 kali