Profil Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan Dividen Jumbo

Dividen Besar dan Daya Tarik Saham TEBE

Profil Dana Brata Luhur Tbk TEBE sebagai Emiten Logistik Batu Bara

PT Dana Brata Luhur Tbk atau Dana Brata Luhur Tbk TEBE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan infrastruktur batu bara. Perseroan berdiri pada 2008 dan langsung fokus pada penyediaan layanan distribusi tambang yang efisien. Sejak awal, perusahaan hadir untuk menjawab kendala akses transportasi yang sebelumnya menghambat pengiriman batu bara di Kalimantan Selatan.


Infrastruktur Utama: Jalur Hauling dan Terminal Strategis

Perusahaan ini mengoperasikan jalur hauling road sepanjang 46 kilometer dengan lebar hingga 25 meter. Jalur tersebut menjadi akses vital dari area tambang menuju pelabuhan. Selain itu, tersedia terminal batu bara di Sungai Barito dengan empat dermaga sepanjang total 1.000 meter. Fasilitas ini mampu menampung hingga 18 juta metrik ton per tahun, sehingga mempercepat proses distribusi dalam skala besar.

Profil Dana Brata Luhur Tbk TEBE sebagai Emiten Logistik Batu Bara

Kapasitas Operasional dan Jangkauan Layanan

Untuk menunjang kegiatan operasional, perusahaan mengandalkan empat jetty dengan kapasitas berbeda. Tiga jetty memiliki kemampuan 1.500 metrik ton per jam, sedangkan satu jetty mencapai 2.000 metrik ton per jam. Infrastruktur ini mempercepat proses pemuatan batu bara yang telah dihancurkan. Layanannya mencakup sekitar 50 konsesi tambang di wilayah Banjar dan Barito Kuala, menjadikannya mitra penting dalam rantai pasok energi.


Struktur Kepemilikan dan Sosok Pengendali

Kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh PT Dua Samudera Perkasa, sementara sebagian lainnya dimiliki oleh publik. Sosok di balik perusahaan ini adalah Samsudin Andi Arsyad yang dikenal luas di sektor energi dan logistik. Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2019 sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis.

Dividen Besar dan Daya Tarik Saham TEBE

Dividen Besar dan Daya Tarik Saham TEBE

Perusahaan membagikan dividen sebesar Rp156 per saham dengan total Rp200,46 miliar. Nilai ini bahkan melampaui laba bersih tahun 2025 yang tercatat Rp132,72 miliar. Kebijakan tersebut didukung oleh saldo laba ditahan yang kuat. Dengan potensi yield sekitar 10%, saham ini menjadi salah satu yang menarik di sektor energi. Jadwal penting seperti cum dividen pada 8 April 2026 dan pembayaran pada 24 April 2026 menjadi momentum yang patut diperhatikan investor untuk mengoptimalkan peluang keuntungan.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 904 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1045 kali

-5%
Original price was: Rp950.000.Current price is: Rp902.500.

👁 1229 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 946 kali

👁️ Dilihat 11 kali