Aksi Buruh 2026: Said Iqbal Soroti Outsourcing dan Upah Rendah

Enam Tuntutan yang Diperjuangkan

Persiapan Aksi Buruh Menyambut May Day

Menjelang May Day 2026, berbagai organisasi pekerja mulai mematangkan rencana aksi. Said Iqbal sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memimpin konsolidasi tersebut di tingkat nasional. Selain itu, peringatan tahunan ini dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan aspirasi secara terbuka. Oleh karena itu, mobilisasi massa diprediksi melibatkan ratusan ribu buruh dari berbagai daerah.

Isu Outsourcing Kembali Mengemuka

Dalam Aksi Buruh 2026 Said Iqbal, perhatian besar tertuju pada sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja. Skema kerja ini sering menimbulkan ketidakpastian status dan minim perlindungan. Di sisi lain, pekerja outsourcing kerap menerima hak yang tidak setara meskipun memiliki tanggung jawab serupa. Tekanan tersebut semakin terasa bagi buruh perempuan yang harus menjalankan peran ganda. Dengan demikian, penghapusan sistem outsourcing menjadi tuntutan yang terus digaungkan.

Persiapan Aksi Buruh Menyambut May Day

Tekanan Upah Rendah di Tengah Kebutuhan Hidup

Sorotan lain dalam Aksi Buruh 2026 Said Iqbal adalah persoalan upah rendah yang belum terselesaikan. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat banyak pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, daya beli masyarakat pekerja terus mengalami penurunan. Sementara itu, beban ekonomi keluarga semakin meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu, buruh mendorong kebijakan upah yang lebih adil dan realistis.

Enam Tuntutan yang Diperjuangkan

Melalui aksi besar ini, Said Iqbal menyampaikan sejumlah tuntutan strategis kepada pemerintah. Pertama, percepatan pengesahan revisi undang-undang ketenagakerjaan menjadi prioritas utama. Kedua, penghapusan outsourcing serta penolakan terhadap upah rendah terus didorong. Ketiga, perlindungan terhadap ancaman PHK juga menjadi perhatian serius. Selanjutnya, buruh meminta reformasi pajak melalui kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak. Kelima, pengesahan RUU PPRT dinilai sangat mendesak. Terakhir, dorongan terhadap pengesahan undang-undang perampasan aset turut disuarakan.

Enam Tuntutan yang Diperjuangkan

Aksi Nasional Serentak di Berbagai Kota

Pelaksanaan Aksi Buruh 2026 Said Iqbal akan berlangsung secara serentak di banyak kota di Indonesia. Di wilayah Jabodetabek, massa akan terpusat di Gedung DPR RI sebagai titik utama aksi. Sementara itu, daerah lain menggelar demonstrasi di kantor pemerintahan masing-masing. Partisipasi luas ini menunjukkan solidaritas kuat di kalangan pekerja. Dengan harapan tersebut, aksi ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 1554 kali

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 895 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 880 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1416 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1036 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1374 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1859 kali

-5%
Original price was: Rp1.900.000.Current price is: Rp1.805.000.

👁 1328 kali

👁️ Dilihat 9 kali