IHSG Turun dan Kembali ke Level 8.298
Perdagangan Selasa (24/2/2026) berakhir di zona merah setelah IHSG turun sekitar 1,27% ke level 8.298. Pada data penutupan resmi, Indeks Harga Saham Gabungan bahkan tercatat melemah 1,37% ke posisi 8.280,83. Sejak sesi kedua, tekanan jual meningkat tajam sehingga indeks gagal mempertahankan penguatan awal.
Selain itu, aksi ambil untung turut mempercepat pelemahan. Investor memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek. Oleh karena itu, pergerakan indeks terlihat lebih fluktuatif dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Tekanan Meluas di Hampir Seluruh Sektor
Berdasarkan klasifikasi sektoral IDX-IC di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 10 sektor saham ditutup melemah. Kondisi ini menunjukkan tekanan terjadi secara merata dan tidak hanya terpusat pada satu kelompok emiten.
Sementara itu, saham perbankan dan infrastruktur ikut terkoreksi meskipun tidak sedalam sektor energi. Di sisi lain, minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar cenderung menahan pembelian agresif. Dengan demikian, dominasi tekanan jual sulit dihindari hingga akhir sesi.
Sektor Energi Tertekan Paling Dalam
Penurunan terdalam terjadi pada sektor energi yang terkoreksi hingga 3,50%. Pelemahan harga komoditas global menjadi salah satu pemicu utama. Bahkan, beberapa saham batu bara dan migas berkapitalisasi besar mengalami koreksi signifikan.
Akibatnya, kontribusi sektor ini memberi dampak besar terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Meski demikian, analis menilai tekanan tersebut masih berada dalam fase koreksi teknikal setelah reli yang cukup panjang.
Investor Cermati Sentimen Global
Faktor eksternal juga memengaruhi dinamika pasar domestik. Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor asing melakukan penyesuaian portofolio. Sementara itu, pelaku pasar lokal memilih pendekatan lebih defensif.
Namun, sebagian analis melihat peluang rebound tetap terbuka apabila level support kuat mampu bertahan. Oleh sebab itu, investor jangka pendek disarankan mencermati area teknikal penting sebelum mengambil keputusan.
Strategi Menghadapi IHSG Turun
Kondisi IHSG turun dapat menjadi momen selektif bagi investor jangka panjang. Harga saham yang terkoreksi sering kali membuka peluang akumulasi bertahap pada emiten berfundamental solid. Selain itu, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menjaga portofolio.
Pada akhirnya, arah indeks selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen global dan kinerja emiten domestik. Jika katalis positif muncul, potensi pemulihan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan pasar.
👁 687 kali
👁 825 kali
👁 869 kali
👁 1005 kali
👁️ Dilihat 16 kali




