Sidang Isbat 1447 H Resmi Tetapkan Awal Ramadhan 2026
Sidang Isbat 1447 H resmi menetapkan 1 Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan keputusan tersebut setelah menggelar sidang isbat yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, hingga pakar falak. Keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi mayoritas umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam sidang tersebut, pemerintah mengacu pada hasil pemantauan hilal di sejumlah titik strategis di seluruh Indonesia. Proses ini dilakukan secara serentak untuk memastikan keakuratan data rukyatul hilal sebelum menetapkan awal bulan Ramadhan.
Proses Pemantauan Hilal di Berbagai Daerah
Tim rukyatul hilal melakukan pemantauan di puluhan lokasi yang telah ditentukan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Petugas menggunakan teleskop dan alat optik modern untuk mengamati posisi hilal saat matahari terbenam. Selain pengamatan langsung, para ahli juga memanfaatkan perhitungan hisab sebagai data pendukung.
Petugas melaporkan hasil pengamatan kepada pusat sidang isbat. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria imkan rukyat, maka awal Ramadhan dapat ditetapkan pada keesokan harinya. Dalam Sidang Isbat 1447 H kali ini, laporan dari sejumlah titik menyatakan hilal telah memenuhi syarat, sehingga pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 2026 jatuh pada 19 Februari 2026.
Jalannya Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2026
Sidang isbat berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, Kementerian Agama memaparkan posisi hilal berdasarkan data astronomi. Selanjutnya, tim rukyat dari berbagai daerah menyampaikan laporan hasil pengamatan. Setelah itu, peserta sidang melakukan musyawarah tertutup untuk mengambil keputusan final.
Proses sidang berjalan secara transparan dan melibatkan perwakilan organisasi Islam, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pemerintah kemudian mengumumkan hasil Sidang Isbat 1447 H kepada publik melalui konferensi pers resmi.
Imbauan PBNU Soal Perbedaan Awal Puasa
Ketua PBNU, Mohammad Mukri, mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan penetapan awal Ramadhan sebagai polemik. Ia menegaskan bahwa perbedaan waktu memulai puasa merupakan hal yang kerap terjadi dan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.
Menurutnya, umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk meski terdapat perbedaan metode penetapan, baik melalui rukyat maupun hisab. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan saling menghormati keputusan masing-masing organisasi.
Hasil Akhir Sidang Isbat 1447 H dan Dampaknya bagi Umat
Dengan ditetapkannya 1 Ramadhan 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Islam di Indonesia dapat segera mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Keputusan Sidang Isbat 1447 H ini memberikan kepastian hukum dan pedoman resmi dalam menjalankan ibadah puasa, tarawih, hingga penentuan hari raya Idul Fitri mendatang.
Penetapan awal Ramadhan melalui sidang isbat menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseragaman dan ketertiban ibadah umat. Masyarakat diharapkan menyambut Ramadhan dengan semangat persatuan, meningkatkan ibadah, dan menjadikan perbedaan sebagai rahmat dalam kehidupan beragama.
👁 642 kali
👁 774 kali
👁 939 kali
👁 825 kali
👁️ Dilihat 9 kali




