IHSG Anjlok Pagi Ini, BEI Beri Penjelasan soal Trading Halt

Dampak Trading Halt Masih Terasa

IHSG Anjlok Tajam Saat Pembukaan Perdagangan

IHSG anjlok tajam pada awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan turun 4,8 persen atau sekitar 399 poin ke level 7.921,04 pada pukul 09.05 WIB. Padahal, IHSG sempat dibuka di posisi 8.027 sebelum langsung bergerak ke zona merah. Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh sektor, menandakan sentimen pasar masih diliputi kekhawatiran global dan domestik.

Tekanan Pasar Picu Kekhawatiran Investor

Penurunan IHSG pagi ini tidak lepas dari sentimen negatif yang sudah terasa sejak perdagangan sebelumnya. Investor masih mencermati gejolak pasar global, pergerakan suku bunga, serta arus dana asing yang cenderung keluar dari pasar saham Indonesia. Aksi jual yang agresif sejak menit awal perdagangan membuat indeks bergerak cepat ke bawah, sehingga memicu kewaspadaan pelaku pasar.

IHSG Anjlok Tajam Saat Pembukaan Perdagangan

Dampak Trading Halt Masih Terasa

IHSG anjlok juga tidak terlepas dari efek psikologis trading halt yang terjadi sebelumnya. Mekanisme penghentian sementara perdagangan memang bertujuan menjaga stabilitas pasar, namun tetap menimbulkan kekhawatiran bagi investor ritel. Banyak pelaku pasar memilih menahan transaksi atau bahkan melepas sahamnya demi menghindari risiko lanjutan, sehingga tekanan jual semakin besar di awal sesi.

BEI Beri Penjelasan dan Jamin Stabilitas Pasar

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa langkah trading halt dilakukan sesuai aturan untuk menjaga perdagangan tetap teratur dan wajar. BEI juga menyampaikan komitmennya kepada MSCI terkait upaya menjaga likuiditas dan kepercayaan investor asing. Otoritas pasar menilai kondisi fundamental emiten masih cukup solid, meskipun volatilitas jangka pendek sulit dihindari.

Dampak Trading Halt Masih Terasa

Prospek IHSG ke Depan Masih Terbuka

Meski IHSG anjlok cukup dalam pagi ini, sejumlah analis menilai peluang pemulihan tetap terbuka. Investor disarankan tetap mencermati pergerakan saham berfundamental kuat dan menjaga strategi investasi jangka panjang. Dengan langkah stabilisasi dari BEI serta komunikasi aktif kepada pelaku pasar global, kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia diharapkan kembali pulih secara bertahap.

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 918 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 669 kali

-5%
Original price was: Rp150.000.Current price is: Rp142.500.

👁 696 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 570 kali

👁️ Dilihat 37 kali