BBCA Dijual Asing Tekan Harga Saham ke Level 2022
Aksi jual asing kembali menekan pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dalam beberapa hari perdagangan terakhir, investor asing tercatat melepas saham BBCA dengan nilai mencapai Rp 4,15 triliun. Tekanan jual tersebut membuat harga saham BBCA kembali ke level yang terakhir terlihat pada tahun 2022. Kondisi ini langsung menarik perhatian pelaku pasar karena BBCA selama ini dikenal sebagai saham perbankan dengan fundamental kuat dan kinerja stabil.
Tekanan jual dari investor asing memang menjadi salah satu faktor utama pelemahan harga saham. Meski demikian, pelaku pasar domestik masih mencermati apakah penurunan ini bersifat sementara atau mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam terhadap sektor perbankan nasional.
Manajemen BCA Buka Suara soal Pelemahan Saham
Menanggapi kondisi tersebut, manajemen BCA menegaskan bahwa pelemahan harga saham tidak mencerminkan penurunan kinerja fundamental perusahaan. Presiden Direktur BCA menyampaikan bahwa aksi jual asing lebih dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk penyesuaian portofolio investor terhadap kondisi suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, manajemen memastikan bahwa kinerja operasional BCA tetap solid. Penyaluran kredit masih tumbuh positif, rasio likuiditas terjaga, serta manajemen risiko tetap dijalankan secara disiplin. Oleh karena itu, pihak BCA meminta investor tetap melihat kinerja perusahaan dari sisi fundamental jangka panjang.
Kualitas Aset Jadi Tantangan Industri Perbankan 2026
Dalam pernyataannya, manajemen BCA juga menyoroti bahwa kualitas aset akan menjadi tantangan utama industri perbankan pada 2026. Perlambatan ekonomi global dan potensi peningkatan risiko kredit membuat perbankan harus lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
BCA menegaskan bahwa pengelolaan risiko kredit menjadi fokus utama agar rasio kredit bermasalah tetap terkendali. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan bank sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Fundamental BCA Masih Kuat di Tengah Tekanan Pasar
Meski BBCA dijual asing dalam jumlah besar, fundamental perusahaan dinilai masih sangat kuat. BCA memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi, likuiditas yang solid, serta basis nasabah yang luas. Faktor-faktor tersebut menjadi penopang utama kinerja jangka panjang perseroan.
Selain itu, BCA juga terus melakukan transformasi digital dan memperkuat layanan perbankan elektronik. Strategi ini dinilai mampu menjaga daya saing perusahaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Prospek Saham BBCA ke Depan Tetap Menarik
Ke depan, pergerakan saham BBCA masih akan dipengaruhi oleh sentimen global dan arah kebijakan suku bunga. Namun, dengan fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang disiplin, banyak analis menilai saham BBCA tetap menarik untuk jangka panjang.
Aksi jual asing yang terjadi saat ini justru dapat menjadi peluang bagi investor yang berorientasi jangka panjang. Selama kualitas aset tetap terjaga dan kinerja keuangan stabil, BBCA dinilai mampu kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar.
👁 899 kali
👁 649 kali
👁 731 kali
👁 619 kali
👁️ Dilihat 10 kali




