Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memperingati hari jadinya yang ke-80 pada Jumat (29/8/2025). Perayaan tersebut berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dengan mengusung semangat refleksi dan komitmen untuk terus memperkuat demokrasi Indonesia.
Sejarah Panjang Lembaga Legislatif
DPR RI berdiri sejak 29 Agustus 1945, tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan. Dalam perjalanan delapan dekade, DPR telah melalui berbagai dinamika politik, mulai dari masa demokrasi liberal, orde baru, hingga era reformasi.
Dalam setiap fase, DPR berperan penting sebagai lembaga legislatif yang mewakili suara rakyat sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.
Tema Perayaan ke-80
Dalam perayaan tahun ini, DPR mengangkat tema “80 Tahun DPR: Mengawal Demokrasi, Menguatkan Persatuan”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa DPR tidak hanya berfungsi membuat undang-undang, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah perbedaan.
Ketua DPR RI dalam sambutannya menekankan bahwa momentum ulang tahun ke-80 harus menjadi titik balik untuk meningkatkan kinerja dan kedekatan DPR dengan masyarakat.

Pidato Ketua DPR
Dalam pidatonya, Ketua DPR RI menyampaikan refleksi perjalanan panjang DPR sekaligus janji untuk memperbaiki citra lembaga legislatif.
“Kami menyadari masih banyak kritik dari masyarakat. Namun, kritik itu adalah vitamin untuk kami agar bekerja lebih baik. Di usia ke-80 ini, DPR berkomitmen memperkuat transparansi, integritas, dan kinerja demi kepentingan rakyat,” ujarnya di hadapan tamu undangan.
Kehadiran Presiden dan Tokoh Nasional
Acara peringatan ini juga dihadiri Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, para menteri, serta sejumlah tokoh nasional. Presiden dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kiprah DPR selama delapan dekade, meski tak menutup mata bahwa lembaga legislatif perlu terus melakukan pembenahan.
“DPR adalah rumah rakyat. Tugas DPR sangat mulia dan penuh tantangan. Di usia 80 tahun ini, saya berharap DPR makin dekat dengan rakyat dan menjadi garda depan demokrasi Indonesia,” kata Presiden.
Serangkaian Agenda Perayaan
Selain pidato dan seremoni, DPR juga menggelar serangkaian agenda seperti seminar nasional tentang demokrasi, pameran sejarah perjalanan DPR, hingga peluncuran buku “80 Tahun DPR RI”.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dari berbagai daerah, sebagai simbol keberagaman bangsa yang menjadi fondasi persatuan Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan
Perayaan ulang tahun ke-80 DPR RI menjadi momentum refleksi sekaligus penyemangat baru untuk membangun lembaga legislatif yang lebih terbuka, akuntabel, dan berpihak pada rakyat.
Dengan usia yang semakin matang, DPR diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan politik global, hingga meningkatnya tuntutan transparansi dari masyarakat.
“Demokrasi adalah proses panjang. DPR harus menjadi motor penggerak agar bangsa ini semakin kuat, adil, dan sejahtera,” pungkas Ketua DPR.