Bandara Husein Sastranegara Dibuka Kembali 2026 untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara dibuka kembali 2026 setelah pemerintah memastikan bandara di Kota Bandung tersebut kembali melayani penerbangan komersial. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadwalkan pengoperasian kembali bandara ini mulai 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia. Kehadiran kembali Bandara Husein menjadi kabar positif bagi masyarakat Bandung dan Jawa Barat yang membutuhkan akses penerbangan lebih dekat dari pusat kota. Sebelumnya, penerbangan reguler Bandung dialihkan ke Bandara Kertajati, Majalengka. Namun, tingginya permintaan perjalanan udara membuat pemerintah membuka kembali layanan komersial di Bandara Husein Sastranegara. Selain itu, pemerintah tetap mempertahankan fungsi Bandara Kertajati untuk penerbangan haji, umrah, pemeliharaan pesawat, dan kebutuhan lainnya.
Delapan Rute Domestik Siap Dilayani dari Bandara Husein Bandung
Setelah Bandara Husein Sastranegara dibuka kembali 2026, sejumlah rute domestik telah masuk dalam tahap persiapan. Pemerintah Kota Bandung menyebut terdapat delapan kota tujuan yang berpotensi mendapatkan layanan penerbangan langsung dari Bandung. Rute tersebut meliputi Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru. Selain itu, beberapa maskapai telah mengajukan minat membuka penerbangan dari dan menuju Bandara Husein. Maskapai yang menyampaikan usulan antara lain Citilink, Garuda Indonesia, Super Air Jet, TransNusa, dan Wings Air. Citilink mengusulkan rute menuju Surabaya, Denpasar, dan Kualanamu. Sementara itu, Super Air Jet mengajukan sejumlah rute seperti Denpasar, Pekanbaru, Batam, Padang, Pontianak, Balikpapan, serta Makassar.
Maskapai Mulai Siapkan Penerbangan Domestik dan Internasional
Selain rute domestik, beberapa maskapai juga menunjukkan ketertarikan membuka penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara. TransNusa mengusulkan rute menuju Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia. Sementara itu, maskapai Scoot mengajukan penerbangan menuju Singapura. Namun, pemerintah belum membuka rute internasional secara langsung karena masih membutuhkan proses koordinasi lintas kementerian. Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa pembukaan penerbangan internasional harus memenuhi persyaratan CIQ, yaitu layanan Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina. Pemerintah daerah juga perlu menyampaikan usulan resmi sebelum proses pengajuan rute internasional berjalan. Dengan proses tersebut, pemerintah memastikan operasional penerbangan tetap memenuhi standar keamanan dan pelayanan.
Infrastruktur Bandara Husein Dipersiapkan untuk Mendukung Operasional
Pemerintah terus melakukan berbagai persiapan menjelang Bandara Husein Sastranegara dibuka kembali 2026. Pemerintah Kota Bandung memperbaiki sejumlah fasilitas pendukung di sekitar kawasan bandara. Perbaikan tersebut mencakup akses jalan, sistem drainase, marka jalan, hingga penerangan kawasan. Selain infrastruktur jalan, pengelola bandara juga memastikan fasilitas keselamatan penerbangan memenuhi standar. InJourney Airports menyiapkan fasilitas pendukung seperti kendaraan pemadam kebakaran Foam Tender serta layanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) kategori 7. Fasilitas keamanan seperti mesin pemeriksaan X-ray, walkthrough metal detector, dan handheld metal detector juga ditingkatkan untuk mendukung kenyamanan penumpang.
Reaktivasi Bandara Husein Dorong Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat
Kembalinya operasional Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan memberikan dampak positif bagi ekonomi Jawa Barat. Lokasinya yang berada di kawasan Kota Bandung menjadi keunggulan karena lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan bandara yang berada di luar kota. Kehadiran penerbangan langsung dapat meningkatkan mobilitas pelaku bisnis, wisatawan, serta masyarakat umum. Selain itu, rute baru dari Bandung menuju berbagai kota besar Indonesia berpotensi memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan daerah. Pemerintah berharap pembagian fungsi antara Bandara Husein dan Bandara Kertajati mampu menciptakan sistem transportasi udara yang lebih efektif. Dengan persiapan maskapai, infrastruktur, dan regulasi yang berjalan, Bandara Husein Sastranegara dibuka kembali 2026 menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas penerbangan di Jawa Barat.
👁 3128 kali
👁 2168 kali
👁 2005 kali
👁 2886 kali
👁️ Dilihat 21 kali




