Tantangan Membaca dan Menjadi Perintis Kegiatan Literasi

Tantangan Membaca dan Menjadi Perintis Kegiatan Literasi, Kesadaran akan pentingnya membaca semakin meluas. Selama ini rendahnya minat dan kebiasaan membaca baru menjadi keprihatinan berbagai pihak. Namun dengan adanya kebijakan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, sudah ada upaya besar-besaran yang dilakukan untuk mengatasi rendahnya kebiasaan membaca siswa Indonesia melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi sekolah.

GLS adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik (Buku Saku Panduan Gerakan Literasi Sekolah, 2016). Kegiatannnya berupa pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai.

Literasi

Di Provinsi Jawa Barat, GLS dilaksanakan melalui West Java Leader’s Reading Challange  (WJLRC). Ini adalah sebuah program kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Australia Selatan dalam bidang pendidkan untuk menerapkan kegiatan literasi di sekolah-sekolah di Jawa Barat secara masif. WJLRC merupakan pengayaan GLS dimana dalam WJLRC peserta bukan hanya membaca 15 menit tapi juga membuat review buku yang dibacanya serta mendiskusinya dalam kelompok.

Sedangkan siswa yang menjadi peserta ditantang untuk membaca buku sebanyak minimal 24 judul selama 10 bulan. Dua buku diantaranya harus berbahasa daerah (Sunda). Buku yang dibaca dibuat review dengan menggunakan teknik Fishbone, AIH, Y_Chart atau dengan infografik, kemudian mendiskusinya dalam kelompok. Satu kelompk terdiri dari maksimal 5 orang dan setiap sekolah maksimal mendaftarkan delapan kelompok. Siswa yang berhasil menyelesaikan tantangan akan mendapat medali dari Gubernur Jawa Barat. Selain itu ada 30 medali dari Pemerintah Australia Selatan bagi peserta yang dapat melampaui target dan dinilai inovatif. Kegiatan ini ditujukan untuk murid SD kelas IV dan V serta murid SMP Kelas VII dan VIII. Sekolah juga dianjurkan membuat Pohon Geulis yang berisi judul buku yang telah dibaca.

Order Now