Demokrasi Digital: Pemilu 2024 di Era Teknologi

Artikel Bapak Soekarwo, Anggota Wantimpres dengan judul “Partisipasi Politik dan Digitalisasi Pemilu di Indonesia” dimuat pada harian @jawapos edisi Kamis, 2 Desember 2021.

Kael Leather Goods-Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah mengubah gaya hidup dan cara bertindak manusia sehari-hari. Digitalisasi dan transformasi digital telah mendorong berbagai sistem yang ada menjadi lebih efisien, mudah dan transparan. Budaya masyarakat juga mulai mengalami transformasi dari analog dan manual menuju serba digital dan otomatis.

KEMAJUAN TEKNOLOGI

kemajuan teknologi digitial juga turut memberi dampak dalam proses demokrasi di Indonesia. Pemilihan Umum di Indonesia telah mengadopsi dan menggunakan teknologi untuk mempermudah kerja-kerja di lapangan. Salah satu bentuk teknologi yang digunakan adalah electronic recapitulation atau e-rekap, yaitu tahapan rekapitulasi suara pasca proses pemungutan suara dilaksanakan. Namun, e-rekap ini dalam praktiknya belum bisa menggantikan rekapitulasi suara berjenjang manual yang menjadi acuan hasil pemilihan umum.

PEMILIH GENERASI DIGITAL
Demokrasi akan memiliki kualitas baik jika memiliki legitimasi kuat yang lahir dari partisipasi politik rakyat. Dalam level terendah partisipasi politik bisa dilihat dalam pemilihan kepala desa. Tinggi rendahnya partisipasi rakyat dalam pemilu dan demokrasi tak bisa dipisahkan dari komposisi demografi yang ada.

UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2009

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menyatakan pemuda sebagai warga negara Indonesia dalam rentang usia 16 hingga 30 tahun. Dalam perkembangannya, mereka kemudian disebut sebagai Generasi Z dan Generasi Milenial. Rinciannya sebanyak 27,94 persen diisi oleh Generasi Z dan 25,87 persen lainnya masuk dalam kategori Generasi Milenial. Ketergantungan mereka terhadap internet sangat tinggi dan terbiasa berkomunikasi menggunakan jejaring media sosial.


DIGITALISASI PEMILU
Kecepatan digitaliasi dan pandemi yang mendorong transformasi dalam berbagai sektor semestinya turut mendorong digitalisasi pemilu dan demokrasi di Indonesia. Pelaksanaan e-rekap di Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 bisa menjadi pintu masuk inovasi digitalisasi pemilu itu sendiri.

NEGARA YANG MENGGUNAKAN MESIN E-VOTING

Beberapa negara yang menggunakan mesin e-voting untuk pemilu nasional maupun lokal diantaranya, India, Filipina, Belgia, dan Brasil. Belanda dan Jerman menjadi contoh negara yang beralih dari e-voting ke pemilu secara manual.