Yuk, Intip Beragam Jenis Bahan Kulit dan Faktor Penentu Kualitasnya!

Kael Leather Goods – Produk berbahan kulit lebih disukai masyarakat ketimbang yang dari serat sintetis karena terlihat anggun dan classy. Jenis bahan kulit umumnya divariasikan berdasarkan proses pembuatannya, cara pemotongannya, atau finishing-nya. Nah, untuk mengenalnya lebih jauh, yuk simak beragam jenis bahan kulit berikut ini biar bisa bedain mana kulit berkualitas premium atau standar saja.

Apa Itu Bahan Kulit?

Apa itu bahan kulit? Bahan kulit atau leather adalah jenis material fashion tertua di dunia yang sudah digunakan sejak zaman purba untuk mengolahnya menjadi pakaian, alas kaki, rumah berteduh, dan lain sebagainya.

Di masa sekarang ini, bahan kulit juga sering dimanfaatkan untuk beragam produk bernilai tinggi, seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan lain sebagainya. Meskipun produk ini harganya dikenal cukup mahal, tetapi tingkat durability-nya sangat tinggi, sehingga tetap laris di pasaran.

Jenis bahan kulit ini ada yang berasal dari sapi, kerbau, kambing, buaya, Komodo, ikan pari, ikan tuna, gajah, harimau, dan lain sebagainya. baik pada kulit hewan ternak maupun hewan liar selalu membutuhkan penyamakan kulit untuk menjaga kualitasnya yang stabil.

Genuine leather adalah jenis bahan kulit asli yang dipakai sebagai material utama dalam pembuatan produk fashion dan aksesoris. Nah, untuk mengenal perbedaannya, yuk kenali jenis bahan kulit berikut ini.

Jenis Bahan Kulit

Full Grain Leather

Full grain leather adalah bahan kulit yang memiliki serat lengkap dan penuh, sehingga biasanya memiliki tekstur cenderung kasar. Bahan yang diambil dari lapisan kulit hewan terbaik ini diproses tanpa melalui tahap pengamplasan untuk menjaga kesan premiumnya. Biasanya, produk ini hanya dihilangkan bagian bulunya saja.

Jenis bahan kulit full grain ini memiliki tingkat daya tahan tinggi dan sangat kuat. Untuk itulah, justru terkadang jahitannya yang robek duluan. Dibandingkan bahan kulit lainnya, produk ini juga memiliki serat kulit yang sulit dirobek. Jadi, nggak heran kalau harganya cukup mahal dan biasanya dipakai dalam pembuatan pelana kuda, alas kaki, furniture, dan lain sebagainya.

Top Grain Leather

Jenis bahan kulit kedua yang kerap digunakan dalam proses produksi adalah top grain leather. Jenis kulit yang berada di bawah satu tingkat dari tipe full grain leather ini lapisannya sudah diampelas untuk meningkatkan teksturnya supaya halus. Sehingga, produk ini nggak perlu diragukan lagi kelembutan, kelenturan, dan daya fleksibilitasnya.

Kain kulit jenis ini umumnya dipakai dalam pembuatan produk aksesoris, seperti sepatu, tas tangan, dompet, dan barang-barang mewah lainnya. Walaupun produk ini terkadang ada goresannya, tapi harganya tetap fantastis karena termasuk punya kualitas premium. Setelah melalui tahap penyamakan, produk ini biasanya juga dilapisi cat pelindung agar warnanya makin mengkilap.

Split Grain Leather

Blibli Friends pasti sudah sering mendengar kan tentang jenis bahan kulit suede? Biasanya bahan ini dipakai dalam pembuatan produk sepatu dan tas dari brand ternama. Nah, bahan kulitnya ini diambil dari proses pengolahan split grain leather atau potongan kulit di bawahnya top grain. Jenis bahan ini memang nggak memiliki permukaan yang sepadat full grain ataupun top grain.

Bahan kulit ini bahkan nggak memiliki lapisan serat sekalipun, sehingga harus diolah bersama bahan lainnya supaya kualitas produk bisa makin bagus. Produk ini juga kerap dijadikan bahan pelengkap dalam pembuatan ikat pinggang, tas, dompet, dan sebagainya.

Genuine Leather

Pilihan yang selanjutnya adalah genuine leather dengan lapisan kulit berkelas dan melalui proses perawatan panjang untuk menghasilkan permukaan tekstur lebih seragam. Nggak seperti bahan sebelumnya yang cenderung berserat, pada genuine leather ini materialnya lebih halus dan tanpa serat karena diperoleh dari lapisan kulit sisa yang paling bawah.

Jenis bahan kulit ini lebih sering dipakai dalam pembuatan dompet dan ikat pinggang dengan harga yang ramah di kantong. Walaupun dalam prosesnya terjadi penurunan kualitas kulit asli, tapi produk ini tetap difavoritkan konsumen karena pada dasarnya tetap terbuat dari bahan kulit yang tahan lama.

Bonded Leather

Bonded leather termasuk jenis bahan kulit yang memiliki kualitas paling rendah diantara lainnya. Sebab, bahan kulitnya ini berasal dari campuran filler dan polyurethane sehingga banyak orang menyebutnya blended leather. Nah, karena ciri khasnya itu jenis kulit bonded gampang banget dikenali.

Supaya terlihat mewah, bahannya ini biasanya ditambah campuran cat warna yang selaras atau dicetak timbul. Penggunaan produk ini biasanya ditempelkan pada lembaran kain yang lebih kokoh, misalnya di bagian luarnya berbahan kulit suede, sementara bagian luarnya menggunakan full grain. Produk yang sering dipakai pada industri furniture ini harganya sangat terjangkau.

Calf Leather

Jenis bahan kulit calf leather termasuk tipe kulit yang berasal dari sapi muda, sehingga testurnya sangat halus. ini tentunya juga membutuhkan proses penghilangan bulu, pengeringan, dan penyamakan yang cukup sulit karena kulitnya rawan sobek.

Calf leather umumnya juga terasa tipis, kenyal, dan elastis ketika dipegang. Sehingga nggak heran kalau banyak perusahaan yang memanfaatkannya untuk sarung tangan. Bukan hanya itu, produk yang bisa dipoles dengan warna-warna cantik ini bisa dipakai pula untuk membuat dompet, tas atau ikat pinggang dengan warna anti-luntur.

Bi-cast Leather

Bahan kulit bi-cast leather termasuk kelompok lapisan kulit terendah, sehingga teksturnya sangat tipis dan terkadang ada bagian yang cacat. Oleh karena itu, produk ini cocoknya dipakai sebagai lapisan emboss suatu produk supaya terlihat menggunakan kulit asli. Sebab, kalau dipakai untuk membuat pakaian dan aksesoris pasti cepat rusak dan nggak bisa bertahan lama.

Proses pembuatan jenis kulit ini biasanya direndam dalam larutan tanin guna membunuh kuman yang menempel dan menjadikannya lebih lentur. Walaupun harganya murah, tapi jenis kulit ini gampang mengerut dan warnanya pun cepat memudar, sehingga kurang bisa diandalkan untuk jangka waktu lama.

Faktor Penentu Kualitas Bahan Kulit

Berbicara soal faktor penentu kualitas bahan kulit, tentunya ada banyak hal yang mempengaruhinya. Mulai dari jenis hewannya, cara pembuatannya, iklim di daerahnya, makanannya, hingga proses produksinya dapat menjadi penentu kualitas. Yuk, dari pada kebingungan, simak penjelasannya ini.

Perlakuan Usaha Ternak

Faktor pertama yang mempengaruhi kualitas bahan kulit adalah bagaimana perlakuan terhadap hewan itu sendiri. Misalnya, usaha ternak yang khusus ditujukan untuk produksi kulit tentunya lebih unggul kalau dibandingkan usaha ternak yang melayani kebutuhan manusia, seperti susu, daging, tulang, dan lainnya.

Selain itu, perlakuan dari peternak juga bisa menyebabkan penurunan kualitas kulit. Contohnya, kalau kesehatan hewan nggak dirawat dan diperhatikan dengan baik, maka kualitas kulitnya nanti juga memburuk. Bahkan, kalau luka pada kulit hewan nggak pernah diobati juga bisa mengakibatkan kecacatan pada proses produksinya nanti.

Jenis Bahan Kulit

Bahan kulit untuk pembuatan produk fashion umumnya berasal dari hewan ternak dengan beragam tingkatan seperti yang sudah disebutkan tadi. Nah, jenis bahan kulit yang bagus mayoritas dihasilkan oleh hewan yang gizinya terpenuhi, sehingga tekstur kulitnya pun lebih lentur.

Sementara kulit dari hewan kurus dan nggak sehat cenderung memiliki tekstur yang kaku dan kering. Blibli Friends juga penting nih memperhatikan keaslian produk kulit yang dibeli. Sebab, apapun jenis bahan kulitnya asalkan bukan produk palsu selalu memiliki ketahanan baik dan nggak lekang oleh waktu.

Makanan dan Iklim Adaptasi Hewan

Hewan yang mendapat makanan teratur dan bergizi umumnya memiliki kualitas kulit yang bagus karena saat proses pemotongannya memiliki berat badan ideal. Ini berbeda dengan hewan yang terkena penyakit, dimana kualitas kulitnya pun jadi menurun. Apalagi kalau hewan itu mengalami perpindahan tempat karena harus beradaptasi kembali dengan lingkungannya.

Pengaruh iklim dari tempat tinggal hewan itu juga bisa menjadi faktor penentu kualitas bahan kulit. Setiap daerah pasti memiliki iklim berbeda-beda, sehingga jenis hewan ternak yang dipelihara pun harus disesuaikan iklim yang cocok.

Proses Produksi Kulit

Faktor lainnya yang menentukan kualitas bahan kulit adalah proses produksinya. Mulai dari proses pemotongan hewannya yang harus dilakukan secara hati-hati, pengulitannya wajib menggunakan pisau sayat yang nggak tajam supaya nggak merusak bahan kulitnya, dan proses penyamakan kulit.

Bahan kulit berkualitas umumnya dijahit menggunakan mesin canggih untuk menyatukan polanya secara konsisten, rapi, dan berpresisi sempurna. Kulit asli yang terdiri dari serat-serat ini juga memiliki bau otentik yang sulit dipalsukan.

Bagaimana, cukup menarik bukan pembahasan tentang jenis bahan kulit? Jadi, nanti kalau mau beli produk berbahan kulit pastikan kamu pertimbangkan jenisnya ya. Nah, supaya belanjanya makin aman, kamu bisa kunjungi online store di Shoppe dan Tokopedia saja.

Cukup cari produk yang kamu inginkan dan kalau sudah cocok tinggal klik untuk pemesanan. Gampang banget kan? Tentunya juga menawarkan beragam promo dan cashback untuk menambah keceriaan kamu dalam berbelanja. Di Kael Leather Goods juga tersedia banyak backpack yang sudah terkenal dari toko terpercaya lho. Penasaran? Cek aja langsung produknya di Kael Leather Goods.